Blog Dhita Yudhistira

Apakah Blog kata resmi dalam Bahasa Indonesia?

Tuesday, October 10, 2006

An(other) Experience with Telkom Speedy

Saya sudah 8 bulan ini berlangganan Telkom Speedy. Selalu ambil paket yang paling murah, walau kenyataannya tiap bulan saya bayar over kuota. Ya itu memang salah saya. Tp saya merasa Telkom sengaja menyesatkan. Misalkan begini, data info usage di web tidak pernah real time. Kalau beda 1 hari masih lumayan. Dulu sering kali lebih. Jadi kalau saya berinternet hari ini saya sering kali belum bisa lihat pemakaian kemarin. Jd setelah lewat 2 hari saya baru bisa tahu pemakaian saya ternyata tinggi, misalkan.

Tapi sekarang sudah ada perbaikan. Updatenya lebih cepat, walau masih tidak real time. Kabar-kabarnya sih susah untuk membuat yang real time. Tapi yang aneh, seiring dengan pergantian web telkomspeedy yang baru, info usage semakin susah dibaca. Misalkan, kita sekarang disajikan data total upload dan total download. Tapi tidak ada field yang memberikan data total upload + download. Kayaknya mrogramnya nggak sesusah itu deh.

Atau misalkan yang lain lagi, tidak ada titik untuk membedakan per seribu. Jadi kalau kita memakai 100 Mega dalam satu malam, datanya adalah: 1000000. Apa sih susahnya untuk menuliskan angkanya dalam format yang mudah dibaca?

Nah, saya selalu terlintas untuk berhenti berlangganan speedy. Tetapi saya tidak punya banyak pilihan. Seperti yang kita ketahui, sistem monopoli halus ini menyebabkan Telkom dapat memberikan layanan yang (katanya) paling murah dan paling baik.

Terakhir, saya tidak jadi berhenti berlangganan karena isu bulan Oktober ini tarifnya turun 40%.
www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/09/
tgl/19/time/100259/idnews/678045/idkanal/331

Jadilah saya terus berlangganan. Nah, biasanya pemakaian speedy itu dihitung mulai tanggal 26 sampai 25 bulan berikutnya. Tidak ada pengumuman resmi sih. Saya perhatikan saja dari info pemakaiannya. Kadang-kadang bergeser dikit. Ini tentu bahaya. Bayangkan misalkan saya sedang over quota. Kemudian masuk tanggal 26 dan saya menganggap meteran saya sudah reset ke nol lagi dan saya download musik-video sederas-derasnya. Setiap Mega saya harus bayar 700. Beberapa kali ini terjadi sehingga saya memilih untuk mulai menganggap nol lagi di tanggal 28.

Apa yang terjadi? Ternyata di bulan September ada perubahan. Pemakaian dihitung dari tanggal 1 September sampai dengan 30 September. Mendadak saya temukan pemakaian saya di 26-30 September sebagai over quota dan harus membayar tambahan hampir Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah).

Tentu saja, saya tidak menemukan wadah yang pas untuk melaporkan G30S/Telkom ini. Jadi saya mengirimkan email ke detik net. Di luar dugaan saya, suara orang kecil ini didengarkan, dan mendapat balasan dari customer care Divre 2.

JAWABAN KE PELANGGAN :

Selamat ..........., salam sejahtera

Kami sampaikan, bahwa Informasi perubahan periode waktu
proses Billing Speedy adalah mulai tagihan Agustus 2006
yaitu pemakaian dari tanggal, 26 Juni s.d 31 Juli 2006.
dan tagihan bulan September mulai tanggal 01 s.d 31.

Sehubungan hal tersebut, Informasi perubahan periode waktu
proses Billing telah di beritahukan melalui website dan
media lainnya.

Demikian kami sampaikan, terima kasih.


Bidang Customer Care Divre2.

Anda perlu contoh kejadian yang bisa kita anggap sebagai pembodohan? Perhatikan kalimat: 'melalui website dan media lainnya'. Apa sih susahnya (saya mulai ragu nih, apa yang dari tadi saya sebut sebagai susahnya jangan-jangan memang susah ya) menuliskan: 'melalu web di www.telkomspeedy.com dan koran kompas', misalkan.

Kenyataannya, di web www.telkomspeedy.com sama sekali tidak ada pemberitahuan itu, atau paling tidak, tidak ditempatkan di tempat yang pasti dibaca oleh user. Terlalu jauhlah kalau kita bermimpi Telkom bisa mengemail para pelanggannya satu-per-satu.

Tentang media, mungkin yang dimaksud surat tagihan. Ngomong-ngomong surat tagihan, saya selalu kena denda 5% karena membayar setelah tanggal 20. Padahal surat tagihan jg datang setelah tanggal 20.

Dan akhirnya inilah balasan saya di email:
O ya Mas? Web mana ya? Di Blog pribadi Mas kali. Di www.telkomspeedy.com nggak ada tuh. Entah kalau disembunyikan. Coba deh dibuka. Berita terakhir aja masih tanggal 22 September: tentang Telkom Cafe di Surabaya.

Tapi sudahlah. Nggak usah terlalu dimasukin hati. Langganan dengan Telkom memang nggak usah berharap terlalu banyak. Saya ngerti koq.

Dan saya benar-benar nggak berharap koq. Saya nggak punya pilihan.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home