Blog Dhita Yudhistira

Apakah Blog kata resmi dalam Bahasa Indonesia?

Wednesday, November 07, 2007

Biaya Pemilu demi Kepentingan Kita juga

Mungkin rekan-rekan bingung, kenapa untuk pemilu 2009 ini diajukan anggaran sebesar Rp 47,9 Trilyun. Tiap tahun, sampai beberapa tahun belakangan ini, kita berhutang ke IGGI/CGI dsb-nya saja hanya sekitar USD 5M per tahun. Untuk membangun monorel yang tidak kunjung ada dananya itu konon butuh USD 600juta (kira-kira Rp 5,5T). Kredit Ekspor senjata dari Rusia yang hanya USD 1M (kira-kira Rp 9,2T) kemarin cukup buat beli 6 sukhoi, 2 kapal selam kelas kilo, beberapa helikopter Mi yang secara keseluruhan sudah cukup membuat negara-negara tetangga berpikir-pikir tentang postur militer Indonesia.

Subsidi listrik? Rp 30T. Dana askeskin diperkirakan Rp 2,2T.

Tapi anda tidak perlu bingung, dan tidak sepantasnya untuk membandingkan dana-dana di atas dengan dana pemilu. Pemilu adalah hal yang sangat penting bagi negara demorasi seperti Indonesia dan karenanya pantas mendapat dana sangat besar.

Hanya saja, tentu kita perlu tahu dari mana keluarnya anggaran sebesar itu. Dan jika hitungan panitia terlalu rumit untuk diikuti, berikut adalah hitungan yang disederhanakan tentang rencana anggaran KPU.

Misalkan, jumlah orang yang memilih di Indonesia adalah 200 juta orang (out of 230 juta artinya dengan asumsi ini kemungkinan anak SMP juga punya hak pilih). Berarti untuk setiap orang yang memilih, dana yang diajukan adalah Rp 239,5 ribu.

Nah sekarang kita hitung. Katakanlah kertas suara dicetak dengan kertas tebal, cetak berwarna, disampul plasik, dimasukkan lagi ke dalam amplop, diberi label masing-masing nama pemilih, kalau perlu foto pemilih dan seterusnya. Yah... habislah Rp 5rb per lembar. Kalau kita nyoblos 3x (Parlemen, Presiden putaran 1 dan 2), maka setiap orang habis kira-kira Rp 15 ribu buat kartu suara.

Kemudian, katakanlah satu TPS memiliki 100 orang pemilih. Untuk sewa tenda dan kursi, biaya disediakan Rp 1 juta. Berarti per orang tambah lagi Rp 10rb. Kemudian katakanlah yang menjaga TPS dibayar (total) Rp 1 juta. Nambah lagi Rp 10rb per orang. Totalnya sudah habis Rp 35rb per orang. Untuk menarik minat pemilih, disediakan makan siang prasmanan dari catering terkenal dengan biaya Rp 60rb per orang. Total per kepala sekarang jadi Rp 95rb.

Ya sebetulnya ada sih, biaya untuk mengirim logistik ke daerah terpencil. Tapi karena 60% penduduk INdonesia tinggal di Jawa, dan tiket pesawat ke irian saja hanya beberapa juta, dana itu sebetulnya tidak terlalu bear. Ada orang menawarkan alat penghemat listrik dengan biaya pengiriman ke Irian Rp 27.000,00 (http://www.gerbangmilyuner.com/hematlistrik.php). Ya kita anggap saja segitu untuk semua orang (yang di Jawa juga lho). Totalnya sudah menjadi Rp 122.000,00 per kepala.

Karena pemerintah menganggap pemilu ini penting sekali, setiap orang juga diberi ongkos Rp 38rb untuk menuju TPS. Memang yang terpaksa mudik harus menanggung sendiri sebagian, tapi lumayanlah. Jadi biaya pemilu per orang sekarang sudah Rp 160rb.

Untuk sisa Rp 79,5 rb per orang, total Rp 15,9 Trilyun, dipakai untuk iklan di media masa, sosialisasi, pengawasan kampanye, beli mobil dinas, IT dan sebagainya.

Jadi kira-kira, itulah rencana yang akan dilakukan oleh KPU untuk pemilu 2009. Mudah-mudahan menghasilkan Presiden dan Parlemen yang baik. Amien.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home