Blog Dhita Yudhistira

Apakah Blog kata resmi dalam Bahasa Indonesia?

Monday, August 06, 2007

Kontroversi Indonesia Raya

Waktu melihat di TV tentang penemuan dokumentasi lagu Indonesia Raya dari tahun 1944 oleh Roy Suryo, yang terlintas di kepala saya adalah,"Wah, memang hebat si KMRT ini kalau bikin berita." Saya sungguh yakin bahwa dibandingkan sebagai pakar telematika, dia jauh lebih cocok menjadi pakar komunikasi atau marketing.
Tidak terpikir pada saat itu, bahwa akan terjadi kontroversi tentang lirik Indonesia Raya yang berbeda dengan yang kita nyanyikan saat ini.
Di saat seperti ini sering kali saya jadi bertanya-tanya, apakah hanya mimpi saya saja ketika mendapatkan pelajaran sejarah tentang Indonesia Raya dan penciptanya, WR. Supratman? Seingat saya, dalam pelajaran itu jelas-jelas disebutkan bahwa lagu Indonesia Raya ketika pertama kali diperkenalkan (pada sumpah pemuda) liriknya tidak seperti yang kita nyanyikan sekarang.
Kenapa? Coba saja anda bayangkan segerombolan pemuda di jalan Kramat Raya menyanyikan lagu dengan lirik,"Kalimantan Raya, mulia-mulia." Sekarang bayangkan kalau liriknya adalah,"Kalimantan Raya, merdeka-merdeka!"

Alasannya sangat jelas. Mereka tidak mengatakan,"Merdeka" agar tidak dikirim ke Pulau Buru oleh Belanda atau dipenggal oleh Jepang. Dan tidak usah ke Leiden kalau mau tahu bahwa lirik Indonesia Raya berubah dari yang dulu. Lirik yang ditulis di museum Sumpah Pemuda Kramat Jakarta juga berbeda.

Kita ini sering kali tidak memperhatikan beberapa hal yang sebetulnya sudah jelas. Misalkan, apakah ketika macet mobil pribadi boleh masuk ke busway. Hal ini dirapatkan oleh Pemda, DLLAJ dan polisi beberapa waktu lalu. Padahal dasar pemikirannya jelas, busway adalah transportasi massal yang diharapkan bebas macet sehingga diberi jalur khusus. Kalau mobil pribadi ikut masuk, maka hilanglah jalur khusus itu dan busway jadi macet. Gitu koq harus rapat lagi untuk menentukan.

Jadi kontroversi tentang lirik Indonesia Raya ini buat saya buang-buang waktu dan energi saja, dan sangat aneh kalau penemunya memberikan pernyataan seolah-olah memperoleh bukti bahwa Bung Karno nama aslinya adalah Rachmat Karnolo.

Cape deh...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home